Friday, November 21, 2014

Tulisan Dalam Malamku Part II



                                        Tulisan Dalam Malamku Part II


Halo sang kunciku untuk bertahan hidup ?? apa kabar nya kamu ?? kangen dan rindu ini sangat menyiksa. Kamu tau kan ? Kehilangan kamu adalah hal yang paling aku takutkan dalam hidupku.
Nah kali ini dalam tulisan malamku, aku akan mencoba mengutarakan bahasa hati ini, bagaimana rasanya jikalau kamu kehilangan aku. aku harap Dia dapat meresapi.

Dalam malam yang di temani hembusan udara sepoi, kau berusaha merasakan nestapa yang sangat cepat sekali menularkan sedih ke dua buah matamu. Agar kau tahu dan paham kehilanganku adalah salahsatu derita yang harus kau jauhi dan kau singkirkan. Apakah kamu merasakan hal yang sama denganku??
Bahwa rasa kehilangan itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi aku akan mencoba untuk membahasakan nya. Agar kelak kau menyadarinya bahwa akulah yang pantas untuk kau cintai, bukan untuk kau takuti. Agar nanti kau mengerti bahwa akulah yang sepantasnya kau perjuangkan, bukan untuk kau sakiti.


Inilah Tulisan Dalam Malamku ..



Kehilangan. Kata itu hanya akan menghiasi bibir begitu saja saat dibicarakan. Rasa yang dibayangkan, tak sebanding dengan pengalaman yang sesungguhnya. Kehilangan, tak kan ditakuti sebelum benar-benar merasakannya. Biasanya, kita akan menyadari arti seseorang dalam hidup kita, arti sesungguhnya, saat kita kehilangan orang itu (aku). Saat bersama, segalanya terasa biasa saja, tak ada yang istimewa. Seperti halnya kita butuh cahaya saat gelap. Kenapa tak kita biarkan saja gelap itu menemani kita? Hangatnya mentari akan sangat kita rindukan saat hari-hari bersalju. Kenapa tak kita biarkan saja dingin mengademkan hati kita? Cinta, kasih, orang yang kita sayangi, akan sangat kita butuhkan saat mereka menghilang. Mengapa tak kita hargai saat ada? Seperti halnya cahaya yang kita padamkan saat kita memejamkan mata, seperti halnya berteduh saat terik mentari. Mengapa tak kita nikmati saja selagi ada?kuharap kau mengerti.

Bahagia, sudah biasa kita nikmati dan tak ada yang spesial karenanya. Saat kesedihan melanda, kita begitu rindu merasa bahagia. Jalanan yang kita lewati begitu indah saat kita sumpek di rumah. Tapi, jalanan terasa tiada akhir saat kita merindukan rumah. Begitulah manusia. Keinginan tak selalu selaras dengan keadaan. Ada cinta tak dirasa, tiada cinta menderita.


Kita harus tetap bahagia, apapun yang disuguhkan dalam hidup kita. Yang sudah di datangkan Tuhan maka sambutlah, jagalah, hargailah, sayangilah dan cintailah.  Aku datang ke dalam kehidupanmu, tentu Tuhan lah yang merencanakan semuanya. Jangan kau abaikan , acuhkan dan kau hiraukan, karena nanti jikalau aku menghilang karena itu, kau pasti akan merasakan rindu dan perbedaan tanpaku di hari-harimu.

Tak perlu minum-minum dan tertegun memandangi gelasmu yang kosong, berharap suatu hari aku kan kembali. Tidak mungkin. Pun, jangan berharap ada orang yang sama sepertiku. Carilah kesibukan, nikmati segala perbedaan. Karena, hidupmu pun akan terasa cepat tanpa kau menyadarinya,.Walau sulit terasa karena tak ada hadirku di masa depanmu.

Meski bayangan tentangku terus menemani hari-harimu, anggap itu sebagai hal yang meringankan hatimu. Agar kau merasa ditemani. Suatu saat nanti, kau harus belajar dariku, belajar menikmati cinta selagi masih ada. Kalau tidak, kau akan menyesal karena telah menyia-nyiakan segalanya.(aku)

Menatap langit-langit di kegelapan, sebuah kesia-siaan. Rasa sia-sia itu begitu hampa dan gelap, sehampa hatimu. Ingatlah saat dia bawel padamu, maka kau tak kan lagi merasakan gelap di hatimu.  Bukankah kau sering mengatakan itu padaku? (bawel)

Biarkan aku muncul dimimpi-mimpimu. Jangan masukkan ke dalam hati. Biarkan aku menghiasi harimu lewat kenangan, tapi jangan keluarkan dari benakmu. Batasi hanya sampai tingkat kenangan saja. Jangan berduka terlalu lama. Kau harus bangkit, kau harus tetap bahagia, tetapi aku rasa itu suilt jikalau kau sudah merasakan ketika kehilanganku.  Karena aku adalah bahagiamu, benar bukan?

Kuyakin aku pun inginnya kau tak terpuruk seperti itu karenaku. Jika semua hal itu tidak ingin terjadi denganmu.  Maka jagalah aku, agar aku tak menghilang, karena jika kau berjaga adalah nyamanku. Perhatikan aku, agar tak jenuh, karena perhatian darimu adalah bahagiaku.
Karena jika kau jaga itulah cintamu.
Karena jika kau Perhatian itulah sayangmu.


##### ku harap kau memahami dan merasakan nya. :)

Thursday, November 20, 2014

Tulisan Dalam Malamku Part I




                                                  Tulisan Dalam Malamku Part I


 Sesuai judul di atas, memang di saat malam hari aku sering merasakan perasaan sedih,senang,kecewa,marah maupun gelisah tanpa arah. Biasanya akan ku salurkan semua rasaku dengan menciptakan beberapa lagu melalui gitar tuaku, tapi kali ini berbeda. Terinspirasi dari Seseorang yang ku cinta, tiba-tiba tangan ini mulai membahasakan untuk menulis bahasa hati yang merasakan berbagai rasa kehidupan.

Tulisan dalam malamku lah yang menemaniku di saat dia mulai tidak peduli padaku.Di saat aku mengasingkan diri untuk menjauhi rasa piluku
Ya ##### namanya, dia lah kunciku untuk bertahan hidup.
Wanita yang berhasil membuatku mengajarkan arti sebuah cinta yang sesungguhnya. Sayang, dia mulai mengacuhkanku,

Sudah melihat postingan pertamaku ?? mungkin akan terlihat berbeda dengan postinganku yang kedua ini dan berikutnya. Karena ini adalah Tulisan Dalam Malamku
 Di Blog inilah akan ku curahkan semua isi bahasa hatiku melalui kedua tanganku dan sebuah laptopku, yang isinya adalah Tulisan Dalam Malamku yang pertama.





Sepertinya baru kemarin kulihat wajahmu. Wajah yang terlihat begitu teduh, seperti baru kulihat pertama kali. Wajah yang menyiratkan kebanggaan saat melihatku, yang tak pernah kulihat sebelumnya seumur hidupku. Kau pernah mengatakan itu padaku, bahwa kau bangga padaku, tapi tak pernah kuhiraukan. Andai kutahu akan berakhir seperti ini, aku tak kan memperlakukanmu seburuk itu.

Kalau aku tahu kau akan pergi untuk selamanya, akan kudekap erat dirimu, tak kan kulepaskan. Akan kulupakan segala ketidakpedulianmu padaku. Akan kulupakan segala kesakitan yang kau berikan padaku. Karena pada akhirnya, kau menyayangiku. Sudah kumaafkan dirimu, sudah kuenyahkan segala sakitku. Andai bisa kuminta, ingin kudengar lagi suara tawamu yang menyahuti candaku. Kangen ini merajai, namun aku tahu kau tak akan bisa lagi untuk kuhubungi.

Mohon maafkan aku, karena selama ini hanya bisa menyalahkanmu atas lukaku. Kau memang menyebabkan kesakitanku, tapi akulah yang memperparahnya, karena aku dulu tak membiarkan diriku memaafkanmu, hingga kecanggungan yang tersisa setiap kita bersama.

Saat luka itu melandaku, sebenarnya aku ingin memelukmu. Tapi egoku menahanku melakukan hal itu. Andai dulu kau kupeluk, mungkin aku tak kan begitu terpuruk. Sekarang, hanya penyesalan yang kurasa, saat kau telah pergi, dan aku tak bisa mengatakan sampai jumpa.

Maukah kau, dari sana, menghiburku dengan memakiku? Salahkan saja diriku yang membencimu sepanjang waktu. Katakan saja kalau selama ini kau kecewa padaku. Tak apa, karena aku memang seburuk itu. Andai bisa kuulang waktu, ingin kuperbaiki semuanya, agar aku dapat kesempatan lagi menatap matamu dan melihatmu membalas tatapanku.

Maafkan aku, karena selama ini aku mempersalahkan dirimu, atas segala kesakitan yang kurasakan. Kau memang yang menyebabkan, tapi aku yang membuatnya berantakan.

Jika tuhan memberiku waktu sehari lagi untuk bersua denganmu, akan kukatakan betapa aku merindukanmu, betapa aku menyayangimu. Hidupku tak lagi sama sejak kau pergi.

Rasa yang seperti ini juga sebenarnya tidak bagus untukku. Tapi rasa bersalah ini telah menguasai hatiku. Rasanya berat sekali menyadari kau tak lagi ada untukku. Tak mungkin kuulang waktu, itulah yang memberati hatiku.


Maafkan aku selama ini menyalahkanmu atas segala kesakitanku. Kau memang yang menyebabkan, tapi akulah yang membuatnya semakin berantakan. Kulukai diriku untuk melukaimu. Dan sekarang, hanya tinggal penyesalan yang menghadang.


:)