Thursday, November 20, 2014

Tulisan Dalam Malamku Part I




                                                  Tulisan Dalam Malamku Part I


 Sesuai judul di atas, memang di saat malam hari aku sering merasakan perasaan sedih,senang,kecewa,marah maupun gelisah tanpa arah. Biasanya akan ku salurkan semua rasaku dengan menciptakan beberapa lagu melalui gitar tuaku, tapi kali ini berbeda. Terinspirasi dari Seseorang yang ku cinta, tiba-tiba tangan ini mulai membahasakan untuk menulis bahasa hati yang merasakan berbagai rasa kehidupan.

Tulisan dalam malamku lah yang menemaniku di saat dia mulai tidak peduli padaku.Di saat aku mengasingkan diri untuk menjauhi rasa piluku
Ya ##### namanya, dia lah kunciku untuk bertahan hidup.
Wanita yang berhasil membuatku mengajarkan arti sebuah cinta yang sesungguhnya. Sayang, dia mulai mengacuhkanku,

Sudah melihat postingan pertamaku ?? mungkin akan terlihat berbeda dengan postinganku yang kedua ini dan berikutnya. Karena ini adalah Tulisan Dalam Malamku
 Di Blog inilah akan ku curahkan semua isi bahasa hatiku melalui kedua tanganku dan sebuah laptopku, yang isinya adalah Tulisan Dalam Malamku yang pertama.





Sepertinya baru kemarin kulihat wajahmu. Wajah yang terlihat begitu teduh, seperti baru kulihat pertama kali. Wajah yang menyiratkan kebanggaan saat melihatku, yang tak pernah kulihat sebelumnya seumur hidupku. Kau pernah mengatakan itu padaku, bahwa kau bangga padaku, tapi tak pernah kuhiraukan. Andai kutahu akan berakhir seperti ini, aku tak kan memperlakukanmu seburuk itu.

Kalau aku tahu kau akan pergi untuk selamanya, akan kudekap erat dirimu, tak kan kulepaskan. Akan kulupakan segala ketidakpedulianmu padaku. Akan kulupakan segala kesakitan yang kau berikan padaku. Karena pada akhirnya, kau menyayangiku. Sudah kumaafkan dirimu, sudah kuenyahkan segala sakitku. Andai bisa kuminta, ingin kudengar lagi suara tawamu yang menyahuti candaku. Kangen ini merajai, namun aku tahu kau tak akan bisa lagi untuk kuhubungi.

Mohon maafkan aku, karena selama ini hanya bisa menyalahkanmu atas lukaku. Kau memang menyebabkan kesakitanku, tapi akulah yang memperparahnya, karena aku dulu tak membiarkan diriku memaafkanmu, hingga kecanggungan yang tersisa setiap kita bersama.

Saat luka itu melandaku, sebenarnya aku ingin memelukmu. Tapi egoku menahanku melakukan hal itu. Andai dulu kau kupeluk, mungkin aku tak kan begitu terpuruk. Sekarang, hanya penyesalan yang kurasa, saat kau telah pergi, dan aku tak bisa mengatakan sampai jumpa.

Maukah kau, dari sana, menghiburku dengan memakiku? Salahkan saja diriku yang membencimu sepanjang waktu. Katakan saja kalau selama ini kau kecewa padaku. Tak apa, karena aku memang seburuk itu. Andai bisa kuulang waktu, ingin kuperbaiki semuanya, agar aku dapat kesempatan lagi menatap matamu dan melihatmu membalas tatapanku.

Maafkan aku, karena selama ini aku mempersalahkan dirimu, atas segala kesakitan yang kurasakan. Kau memang yang menyebabkan, tapi aku yang membuatnya berantakan.

Jika tuhan memberiku waktu sehari lagi untuk bersua denganmu, akan kukatakan betapa aku merindukanmu, betapa aku menyayangimu. Hidupku tak lagi sama sejak kau pergi.

Rasa yang seperti ini juga sebenarnya tidak bagus untukku. Tapi rasa bersalah ini telah menguasai hatiku. Rasanya berat sekali menyadari kau tak lagi ada untukku. Tak mungkin kuulang waktu, itulah yang memberati hatiku.


Maafkan aku selama ini menyalahkanmu atas segala kesakitanku. Kau memang yang menyebabkan, tapi akulah yang membuatnya semakin berantakan. Kulukai diriku untuk melukaimu. Dan sekarang, hanya tinggal penyesalan yang menghadang.


:)




No comments:

Post a Comment